facebook pixel

Ini Cara Mengatasi Bayi Diare, Jangan Anggap Sepele

Main Image: Ini Cara Mengatasi Bayi Diare, Jangan Anggap Sepele

Kasihan sekali melihat bayi mengalami diare. Ini adalah problem kesehatan yang umum terjadi pada bayi. Sebagian besar bisa sembuh sendiri dalam hitungan hari. Tapi jika diare pada bayi tidak ditangani dengan benar, bisa berakibat fatal. Bayi bisa berisiko mengalami dehidrasi dan komplikasi berbahaya.

Diare pada bayi biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasit pada saluran pencernaan. Selain itu, ada perubahan pada makanan bayi, obat-obatan, suplemen, alergi susu, intoleransi susu, atau lainnya. Bayi yang masih menyusu Bunda pun bisa diare jika Bunda mengalami perubahan makanan.

Tapi Bunda harus cukup tenang dalam menangani masalah bayi diare ini, tidak perlu panik. Berikut ini adalah cara mengatasi bayi diare yang bisa Bunda terapkan sendiri saat mengahadapi si kecil yang diare. Penanganan di sini adalah memberikan asupan khusus kepada bayi, sebagai berikut:

ASI dan cairan elektrolit

Bunda dapat menyusui ASI lebih sering ke bayi berusia di bawah 6 bulan yang mengalami diare. ASI sangat ampuh sebagai obat diare, karena mengandung nutrisi yang diperlukan untuk menggantikan cairan dan nutrisi yang hilang selama diare. ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu bayi melawan bakteri atau virus penyebab diare.

Untuk bayi yang berumur di atas 6 bulan, selain tetap memberikan ASI, Bunda bisa menyelingi memberikan cairan elektrolit atau rehidrasi oral setiap kali bayi diare. Contoh cairan elektrolit yang aman dan banyak beredar di pasaran adalah Pedialit dan Oralit.

Suplemen zinc

Selain ASI dan cairan elektrolit, berikan juga suplemen zinc pada bayi yang diare. Suplementasi zinc dapat mencegah bayi terkena diare lagi hingga 2-3 bulan ke depan.
Zinc penting untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh, proses sintesis protein, pertumbuhan sel, menjaga metabolisme tubuh, serta menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh bayi. So, suplemen ini ampuh untuk mengatasi diare pada bayi.

Pada bayi yang mengalami diare akut, Bunda dapat memberikan suplemen zinc ini selama 10-14 hari. Untuk dosisnya, bayi berumur di bawah 6 bulan cukup 10 mg per hari. Untuk umur di atasnya hingga sebelum 5 tahun, bisa naik menjadi 20 mg per harinya.

Probiotik

Sumplemen berikutnya yang bisa Bunda berikan ke bayi yang mengalmi diare adalah suplemen yang mengandung probiotik. Pemberian probiotik bisa mendukung proses penyembuhan dan mempercepat pemulihan bayi diare.

Probiotik merupakan mikroorganisme yang berada di dalam pencernaan yang membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, seperti lambung dan usus, dari diare dan penyakit lainnya. Probiotik bekerja dengan cara mengganti bakteri baik yang hilang di dalam tubuh dan menyeimbangkannya agar pencernaan berfungsi dengan baik.

Probiotik juga berperan meneruskan makanan atau minuman yang telah ditelan sehingga dapat dicerna dengan baik. Bunda perlu memberikan suplemen atau makanan yang mengandung probiotik ke bayi yang terkena diare. Tersedia banyak pilihan yang beredar di pasaran.

Nah, setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasi diare pada bayi, Bunda seharusnya bisa lebih tenang dalam menanganinya saat si kecil menderita diare. Tapi jika kondisi bayi cukup mengkhawatirkan, Bunda jangan ragu untuk membawanya ke dokter.

Selain mengobatinya, alangkah baiknya jika Bunda selalu melakukan pencegahan agar bayi tidak terkena diare. Beberapa langkah pencegahan tersebut antara lain: Bunda selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyiapkan susu dan makanan bayi, cuci tangan setelah mengganti popoknya, Bunda bisa pilihkan penggunaan popok cuci ulang yang bagus, seperti produk clodi Minikinizz.

Selain Bunda, selalu bersihkan tangan bayi, khususnya balita yang sudah bisa bermain-main dengan benda di sekitarnya, cuci tangan setelah anak BAB dan BAK, berikan ASI eksklusif, dan selalu menjaga kebersihan botol susu dan peralatan MPASI lainnya.

Share this Post:
Whatsapp Telepon SMS